A Budaya Gumi Sasak

Authors

ANDY Hamdi

Synopsis

Budaya Gumi Sasak merupakan identitas budaya masyarakat suku Sasak yang mendiami Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Istilah Gumi Sasak bermakna "tanah atau negeri Sasak", yang mencerminkan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, agama, gotong royong, serta keharmonisan dengan alam. Budaya ini diwariskan secara turun-temurun melalui berbagai tradisi, adat istiadat, bahasa, seni, dan kearifan lokal yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Dalam kehidupan sosial, masyarakat Sasak menjunjung tinggi nilai kebersamaan, musyawarah, dan saling membantu (begibung dan besiru), yang menjadi landasan dalam membangun hubungan antarwarga. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan adat, seperti pernikahan, pembangunan rumah, panen, maupun penyelenggaraan upacara keagamaan dan adat. Kehidupan masyarakat Sasak juga sangat dipengaruhi oleh ajaran Islam yang berpadu secara harmonis dengan tradisi lokal.

Budaya Gumi Sasak memiliki kekayaan seni dan tradisi yang beragam, di antaranya musik tradisional Gendang Beleq, tarian tradisional seperti Tari Gandrung dan Tari Oncer, serta tradisi Peresean yang menggambarkan semangat keberanian, sportivitas, dan persaudaraan. Selain itu, masyarakat Sasak juga dikenal dengan kerajinan tenun songket yang dihasilkan secara tradisional, terutama di Desa Sukarara, sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi dan estetika tinggi.

Dalam aspek adat istiadat, masyarakat Sasak memiliki berbagai tradisi unik, seperti Merariq (tradisi pernikahan), Bau Nyale yang berkaitan dengan legenda Putri Mandalika, serta Nyongkolan, yaitu prosesi mengantar pengantin dengan iringan musik tradisional. Tradisi-tradisi tersebut tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan budaya Sasak kepada masyarakat nasional maupun internasional.

Di tengah perkembangan zaman, pelestarian Budaya Gumi Sasak menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat, pemerintah, dan generasi muda. Upaya pelestarian dilakukan melalui pendidikan budaya, penyelenggaraan festival budaya, pembinaan sanggar seni, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mendokumentasikan dan mempromosikan warisan budaya. Dengan demikian, Budaya Gumi Sasak tidak hanya menjadi identitas masyarakat Lombok, tetapi juga menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

COVER

Published

July 13, 2026

Categories